Breaking News
recent

Rusia Tangguhkan Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Turki


Rusia menangguhkan pemberlakuan bebas visa bagi pemegang paspor Turki mulai 1 Januari 2016. Penangguhan tersebut dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov.

“Kami memutuskan untuk menangguhkan pemberlakuan bebas visa antara Rusia dan Turki terhitung mulai 1 Januari 2016,” ujar Lavrov usai rapat bersama Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Muallem, di Moskow, Rusia, sebagaimana dilansir Russia Today, Jumat (27/11/2015).

Kesepakatan bebas visa bagi Rusia dan Turki pertama kali diperkenalkan pada April 2011 lewat perjanjian yang disepakati pimpinan kedua negara. Perjanjian tersebut memungkinkan warga Rusia berada di Turki selama 30 hari tanpa harus mengurus visa. Begitu juga sebaliknya.

Sebelumnya, pada Jumat pagi waktu setempat, pemerintah Moskow menerbitkan travel warning atau larangan bepergian kepadanya warganya yang hendak ke Turki. Rusia menyebut negeri pimpinan Erdogan tersebut bukanlah tujuan yang aman. Tidak hanya itu, beberapa agen perjalanan dan hotel di Rusia memutus perjanjian kerja sama mereka dengan pihak Turki.

Turki sendiri merupakan tujuan wisata favorit bagi warga Rusia. Lebih dari tiga juta warga Negeri Beruang Merah tercatat berwisata ke Turki pada 2014.

Langkah tersebut diikuti dengan penangkapan 39 pebisnis asal Turki di Krasnodar, Rusia. Mereka ditangkap saat menghadiri konferensi industri agrikultur.

Rusia diduga sedang melakukan aksi balas dendam kepada Turki usai pesawat bomber Su-24 mereka ditembak jatuh pada Selasa 24 November 2015. Vladimir Putin sendiri menyatakan enggan untuk berperang langsung dengan Turki. Erdogan sendiri menolak minta maaf atas kejadian tersebut.
Veronica Liem

Veronica Liem

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.